Memahami kata “Istirahat”

Sering kali kita tak sadar bahwa sebenarnya hidup di dunia ini sangat terbatas. Sebagai manusia, kuasa kita hanyalah beberapa. Kendali yang sebenarnya dimiliki oleh Sang Waktu. Ia yang kekal dan tak terbatas. Setelah manusia menyadari bahwa waktu yang mereka miliki tidaklah cukup, berbagai kekhawatiran pun mulai muncul. Keluarga, karir dan kebahagiaan - manusia akan mulai berlomba dengan waktu, mengejar itu semua hingga mereka melupakan satu hal yang penting: istirahat.

Istirahat yang ku maksud bukanlah tentang seberapa lama kita memejamkan mata ataupun berguling di atas ranjang, tetapi lebih dari itu. Istirahat yang mengindikasikan bahwa kita sepenuhnya sadar akan keberadaan diri kita pada suatu momen. Menyerap semua energi, kenangan, suara, serta visual yang mampu memuaskan kelima panca indera. Menikmati keberadaan diri sendiri pada suatu tempat di waktu itu juga. Menyadari bahwa selama ini ternyata kita berlari dan berlomba tanpa lelah, paham bahwa sebenarnya kita butuh diam sejenak untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Tidak memikirkan hari esok ataupun penyesalan di masa lalu. Hanya masa kini, saat ini. Entah diam atau bergerak, semua berusaha untuk diserap dan dicerna tanpa intervensi dari kemarin atau esok.

Jika hidup kau ibaratkan sebagai perlombaan, maka mustahil untuk menang, karena yang kau lawan adalah semesta. Jika hidup kau anggap sebagai perjalanan, maka niscaya pada akhirnya kau akan sampai di tujuan. Beristirahat di tengah perlombaan akan memulihkan tenagamu, namun kekhawatiran akan kekalahan menjadi semakin kuat, namun jika kau beristirahat di tengah perjalanan, maka rasa lelahmu akan hilang dan kau lebih siap untuk melanjutkannya. Pertanyaan yang muncul adalah: Apakah engkau sedang berlomba atau sedang berjalan?

Harapanku sederhana; hanya ingin hidup lebih “sadar” dan bahagia. Menurutku, hal itu bisa ku dapatkan apabila aku benar-benar memiliki waktu untuk beristirahat dalam perjalanan yang panjang ini. Aku tidak meminta kemewahan seperti beristirahat setiap seratus meter, tidak. Aku ingin beristirahat setelah berjalan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Menikmati tempat tersebut, setidaknya selama satu hari dan mengisi “perbekalan”ku untuk untuk perjalanan berikutnya. Bagaimana caranya? Entahlah. Masih ku cari tau. Bukan hal yang mudah, namun ku yakin suatu saat nanti aku akan sampai di kota, dimana aku akan menemukan jawabannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KATA YANG TAK SAMPAI

Yang Telah Meninggalkan Kami

Kisah yang Tak Sempurna