Yang Telah Meninggalkan Kami
Kematian. Semakin dewasa, semakin paham bahwa kehidupan di dunia selalu ada batasnya. Walaupun paham, tetapi tetap saja, pemahaman tersebut tidak mampu menghindari kesedihan dan rasa sakit ketika ditinggalkan. Hari ini, Selasa, 16 Juli 2024, telah berpulang guru tercinta, Bapak Rio Andre Sutrisna. Kehilangan meninggalkan duka, namun hidup harus tetap berjalan.
Pak Rio, adalah guru yang cemerlang. Senyum hangatnya tak pernah luput terpatri di wajahnya, meski kadang sedikit kerutan di dahinya menyiratkan bahwa ada beberapa (mungkin lebih banyak) hal yang mengganggu pikirannya. Pak Rio selalu mendengarkan, tidak menghakimi, dan memberikan pencerahan. Bagi saya, beliau adalah oase dari lelahnya pencarian jati diri seorang anak SMA yang sedang bingung dan tersesat. Berbicara dengan beliau tidak pernah sulit. Selalu terasa ringan dan mudah. Tawa dan guyonan yang terselip di setiap nasihatnya, mampu membangkitkan api yang ada di dalam diri saya, mengingatkan saya bahwa kepercayaan diri dapat dibangun melalui pengertian dan tuntunan. Pak Rio, adalah satu dari sedikit guru yang percaya akan kemampuan sastra yang saya miliki. Beliau selalu menuangkan kata-kata penyemangat dan keyakinan, bahwa saya pasti bisa. Saya mampu. Dan terjadilah. Tanpa beliau, takkan ada saya yang sekarang.
Mengenal Pak Rio adalah anugrah bagi saya. Mendapat bimbingan beliau adalah restu dan kebanggaan bagi saya. Terima kasih banyak, Pak Rio. Takkan pernah saya lupakan sedetikpun kenangan dan pelajaran yang bapak berikan. Pada akhirnya, selamat jalanlah yang harus saya ucapkan. Semoga tenang di alam sana, dan semoga sudi untuk bertemu kembali di kehidupan selanjutnya.
Salam hangat dari anak didikmu,
Sri Jayanti.
Komentar
Posting Komentar