Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Hari Ini

Hari ini tak ku kira akan berpapasan denganmu. Di perjalananku kembali ke tempat kerja, aku bertemu denganmu yang sibuk dengan pekerjaanmu. Kau mengatakan sesuatu yang tak terlalu ku pahami karena kau sedang tergesa-gesa. Saat melihatmu, ku kira akan biasa saja, namun ternyata ada reaksi dari diriku yang tak ku sangka-sangka. Dahiku mengernyit, rasanya jantungku seperti diremas. Sesak satu detik, jantungku seperti berpindah ke tempat lain. Bukan perasaan yang menyenangkan, tapi itulah yang terjadi. “Wah, jadi begini rasanya,” batinku sembari menepuk-nepuk dada, menghalau sensasi yang ku rasakan tadi agar cepat hilang. Setelah ku pikirkan lagi, ternyata ini adalah perasaan sedih, kecewa, namun juga sedikit kegembiraan? Entahlah, namun sepertinya itu adalah gabungan dari mereka semua. Akan ku ingat perasaan ini sebagai pelajaran. Sebenarnya aku memang sudah membiasakan diri tanpa kehadirannya. Beberapa pesannya pun sengaja ku abaikan. Aku pun membatasi diri untuk tidak membicarakan hal...

KATA YANG TAK SAMPAI

Aku tak paham mengapa aku membiarkan kisah ini terjadi. Jika saja aku lebih berani untuk mengambil keputusan yang berbeda di hari itu, cerita ini mungkin takkan begini jadinya. Andai saja aku tak senaif ini, mungkin bukan sesal yang ku rasakan. Menyesalpun tak ada gunanya, karena kau dan aku mustahil untuk satu. Masih jelas di ingatanku, hari itu di bulan Januari, nomor tak dikenal masuk ke kotak pesanku. Isinya? Mengajakku mengobrol karena kau ada waktu luang. Saat itu, kita belum mengenal satu sama lain. Aku yang sudah jenuh dengan rutinitas selama lima bulan, mengiyakan ajakanmu tanpa berpikir begitu panjang. Paling hanya mengobrol biasa, batinku saat itu. Tak pernah ku bayangkan bahwa pesan itu akan membentuk benang cerita yang berakhir luka. Kita berbicara. Awalnya hal-hal biasa, kemudian lebih dalam ke hal-hal personal. Menyamankan diri melalui untaian kata. Aku yang sebenarnya ingin didengar memilih mendengarkanmu dan tak banyak bicara. Aku dengarkan, aku tanggapi dengan sep...