Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Surat Kecilku

“dan yang paling menyedihkan adalah, aku tak bisa menyayangimu lagi” Apa yang akan kau rasakan ketika orang yang begitu kau cintai mengatakan hal seperti itu padamu? Perlukah aku mendeskripsikannya sekarang? Ah, tidak. Jika kau hidup, aku yakin kau kini tengah memeluk dan menepuk punggungku dan berkata, “ semua baik-baik saja” “ aku akan pergi. Tapi, suatu nanti bolehkah aku kembali?” Apa yang akan kau jawab ketika orang yang bertanya itu adalah orang yang selalu kau harapkan untuk menemanimu hingga tua tak lagi jadi beban? Aku tau. Kau tak tau kan? Kau bingung. Tidak mengerti apa yang hendak kau lakukan. Kini aku tau bagaimana rasanya ketika tenggorokanmu tercekat dan dadamu sesak seakan tak ada oksigen yang bisa membantumu untuk hidup. "You watch me bleed until i can't breath, shaking falling into my knees. And know that I'm without your kisses, I'll be needing stitches" -Shawn Mendes, stitches.  

Rumit

Semakin ke belakang, semua semakin rumit saja Mencoba memperbaiki, malah disakiti Mencoba memberi, malah dihianati Bagai memeluk pohon kaktus semakin dirangkul, semakin menyakitkan Bukan hanya aku  Tapi dia, dan mereka Kami telah berusaha Namun apa daya Kami terlalu hina Siapalah aku yang harus didengar Siapalah dia yang harus dipertimbangkan Siapalah mereka yang pantas berbicara Kami bukan siapa-siapa Hanya cicitan yang menginginkan perubahan Karena peduli kami diam Karena cinta kami menyerah Karena memiliki kami melepaskan Terlalu kecil Kami tak berdaya Kami hanya bisa berbisik Berharap untuk didengar Berdoa agar dilihat Bersujud untuk dipertimbangkan Semua kami hadapi, demi cinta yang rumit ini

Kisah yang Tak Sempurna

Entah aku atau apa yang salah. aku tak pernah mengerti. Mengapa selalu seperti ini? ingin rasanya aku berbicara dan bertanya banyak hal. namun, siapa aku? "Maafkan aku yang tak sempurna tuk dirimu" lirik itu mengingatkanku betapa aku rela terjatuh beribu kali hanya untuk mempertahankan sesuatu yang bahkan aku tak tahu itu apa. berjuang melawan perih tanpa mengenal siapa. hanya aku. aku yang tetap mencintai walau tahu, rasanya seperti memeluk kaktus. semakin erat, semakin dalam aku tertusuk.  "Ketika kamu benar-benar mencintai seseorang, kamu takkan pernah menemukan cara untuk membencinya" Aku selalu berharap engkau menjadi seorang laki-laki sejati. laki-laki yang berani memikul rasa sakit untuk memperjuangkan cintanya. laki-laki yang bersedia berlari untuk menemani perempuannya berjalan, bukannya mengacuhkannya dan menganggap ia tak ada.  ya, aku melihatmu. untuk pertama kalinya. berlari mencari seorang perempuan. menunggunya. menanti dengan kep...

There's My Soul to Keep

Hari ini, aku bertemu dengannya. Bintangku. wajahnya begitu lelah, namun tetap bersiar dan menampakkan semangat. Saat itu aku sedang di perpustakaan. meratapi hidupku sebagai kelas 12 yang harus berkutat dengan soal-soal ujian yang sebentar lagi akan menghampiri. saat itulah ia datang. dengan baju kuning lusuhnya ia memasuki perpustakaan dan langsung menuju ke rak buku. aku yang sedikit terkejut langsung berusaha untuk bersikap biasa. Lama aku memandangnya. berpikir apa yang sebaiknya aku lakukan. menghampirinya, atau tetap memandanginya?  "I put my heart into your hands, there's my soul to keep" Jika aku ingin dia bersamaku, maka aku harus kesana. aku pun menghampirinya. bertanya basa-basi, dan akhirnya meninggalkannya.  lama aku berkutat dengan soal ekonomi yang ada di depan mataku, tanpa sadar aku melirik ke rak tempat dia berdiri. entah itu halusinasi atau memang nyata, tapi aku melihat tatapannya yang jatuh padaku. memperhatikanku. tajam. hanya itu yang ...