Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Surat Kecilku

“dan yang paling menyedihkan adalah, aku tak bisa menyayangimu lagi” Apa yang akan kau rasakan ketika orang yang begitu kau cintai mengatakan hal seperti itu padamu? Perlukah aku mendeskripsikannya sekarang? Ah, tidak. Jika kau hidup, aku yakin kau kini tengah memeluk dan menepuk punggungku dan berkata, “ semua baik-baik saja” “ aku akan pergi. Tapi, suatu nanti bolehkah aku kembali?” Apa yang akan kau jawab ketika orang yang bertanya itu adalah orang yang selalu kau harapkan untuk menemanimu hingga tua tak lagi jadi beban? Aku tau. Kau tak tau kan? Kau bingung. Tidak mengerti apa yang hendak kau lakukan. Kini aku tau bagaimana rasanya ketika tenggorokanmu tercekat dan dadamu sesak seakan tak ada oksigen yang bisa membantumu untuk hidup. "You watch me bleed until i can't breath, shaking falling into my knees. And know that I'm without your kisses, I'll be needing stitches" -Shawn Mendes, stitches.  

Rumit

Semakin ke belakang, semua semakin rumit saja Mencoba memperbaiki, malah disakiti Mencoba memberi, malah dihianati Bagai memeluk pohon kaktus semakin dirangkul, semakin menyakitkan Bukan hanya aku  Tapi dia, dan mereka Kami telah berusaha Namun apa daya Kami terlalu hina Siapalah aku yang harus didengar Siapalah dia yang harus dipertimbangkan Siapalah mereka yang pantas berbicara Kami bukan siapa-siapa Hanya cicitan yang menginginkan perubahan Karena peduli kami diam Karena cinta kami menyerah Karena memiliki kami melepaskan Terlalu kecil Kami tak berdaya Kami hanya bisa berbisik Berharap untuk didengar Berdoa agar dilihat Bersujud untuk dipertimbangkan Semua kami hadapi, demi cinta yang rumit ini

Kisah yang Tak Sempurna

Entah aku atau apa yang salah. aku tak pernah mengerti. Mengapa selalu seperti ini? ingin rasanya aku berbicara dan bertanya banyak hal. namun, siapa aku? "Maafkan aku yang tak sempurna tuk dirimu" lirik itu mengingatkanku betapa aku rela terjatuh beribu kali hanya untuk mempertahankan sesuatu yang bahkan aku tak tahu itu apa. berjuang melawan perih tanpa mengenal siapa. hanya aku. aku yang tetap mencintai walau tahu, rasanya seperti memeluk kaktus. semakin erat, semakin dalam aku tertusuk.  "Ketika kamu benar-benar mencintai seseorang, kamu takkan pernah menemukan cara untuk membencinya" Aku selalu berharap engkau menjadi seorang laki-laki sejati. laki-laki yang berani memikul rasa sakit untuk memperjuangkan cintanya. laki-laki yang bersedia berlari untuk menemani perempuannya berjalan, bukannya mengacuhkannya dan menganggap ia tak ada.  ya, aku melihatmu. untuk pertama kalinya. berlari mencari seorang perempuan. menunggunya. menanti dengan kep...

There's My Soul to Keep

Hari ini, aku bertemu dengannya. Bintangku. wajahnya begitu lelah, namun tetap bersiar dan menampakkan semangat. Saat itu aku sedang di perpustakaan. meratapi hidupku sebagai kelas 12 yang harus berkutat dengan soal-soal ujian yang sebentar lagi akan menghampiri. saat itulah ia datang. dengan baju kuning lusuhnya ia memasuki perpustakaan dan langsung menuju ke rak buku. aku yang sedikit terkejut langsung berusaha untuk bersikap biasa. Lama aku memandangnya. berpikir apa yang sebaiknya aku lakukan. menghampirinya, atau tetap memandanginya?  "I put my heart into your hands, there's my soul to keep" Jika aku ingin dia bersamaku, maka aku harus kesana. aku pun menghampirinya. bertanya basa-basi, dan akhirnya meninggalkannya.  lama aku berkutat dengan soal ekonomi yang ada di depan mataku, tanpa sadar aku melirik ke rak tempat dia berdiri. entah itu halusinasi atau memang nyata, tapi aku melihat tatapannya yang jatuh padaku. memperhatikanku. tajam. hanya itu yang ...

Untukmu, Angin Senduku

Ini bukan tentang kebencian ataupun kekecewaan yang ku rasakan. tapi ini tentang masa lalu. Ya, masa lalu yang telah kulewati dan menjadi sebab di masa kini. Pernahkah kau memiliki pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidupmu? kenapa harus seperti ini, kenapa tidak seperti itu, dan hal lainnya yang tidak bisa kamu jawab saat itu juga. Aku pun begitu. aku hanya bisa bertanya tanpa tau jawabannya. Namun, aku yakin masa depan adalah tempat dimana aku akan menemukan jawabannya.  Dan kini, aku telah berada di masa depan. Meski sulit, aku mulai belajar menerima jawaban atas pertanyaan-pertanyaan masa laluku. menyusun potongan-potongan puzzle tetap menyusun hingga menjadi utuh. Aku sedang belajar untuk menerima, jadi maafkan aku ketika ada perasaan atau sikapku yang mungkin menyakitkan. Aku hanyalah seorang gadis kecil dengan bahu kecil dengan beribu ton beban kehidupan.  Hari ini, aku kembali bernostalgia. mengenang masa lalu. menonton kepingan memori yang pernah ku lalui....

Matahari

Tahukah kamu tentang keunikan matahari? kebanyakan orang akan menjawab dengan keagungan dan kuasa yang dimiliki oleh sang surya yang selalu kita dengar setiap harinya. Namun, tahukah engkau tentang janji matahari kawan? "Matahari akan selalu terbit dan hadir setiap hari, terlihat maupun tak terlihat. Dan semua itu akan selalu sama dengan hari-hari berikutnya,". Matahari takkan pernah ingkar. Meski terkadang ada yang tak mengharapkan kehadirannya, bahkan mengumpat kearahnya. Berkata matahari hanya akan menyakiti dan membuat rasa tak nyaman. Tidak. Ia takkan pernah pergi. Ia akan selalu terbit di pagi hari. Ia akan selalu hadir, apaun yang terjadi. Karena, ia adalah matahari. Bisakah kita menjadi matahari? Selalu hadir walau tak diharapkan, selalu tersenyum meski tak ada yang menyapa. Entahlah, mungkin kau harus mulai mendengar bisikan lirih jiwamu, kawan.